[about] [our programs] [news] [press release] [events] [publication] [live reports] [resources]
 
home | search


News from Pelangi | Pelangi in Media | Other News

Press Release

16-Nov-2009 | New Location - PELANGI INDONESIA

News from Pelangi

24-Aug-2010 | Adaptnet, 24 Agustus 2010

10-Aug-2010 | AdaptNet, 10 Agustus 2010

  Go to news area >>

Pelangi in the Media

22-Apr-2009 | “Generasi Hijau” di Hari Bumi

22-Apr-2009 | Negara Maju Harus Segera Penuhi Kewajiban Lingkungan

  Pelangi in Media >>

Spektrum Online
In Preparation

Go to Spektrum >>


Counter: 1
Other News

WWF: Hutan Kalteng Akan Musnah Antara 2012-2016
29-Jul-2010 | 06:54

Kamis, 29 Juli 2010 01:59 WIB
Palangkaraya (ANTARA News) - WWF Indonesia memprediksikan bahwa hutan Kalimantan Tengah (Kalteng) akan musnah antara tahun 2012-2016 berdasarkan data tutupan hutan kalimantan dari tahun 1900 hingga sekarang dengan menggunakan proyeksi konservatif dan proyeksi pesimistis."Proyeksi konservatif atau pengelolaan hutan secara lestari kerusakan hutan dapat ditekan sebesar 781.529 Ha per tahun, apabila terjadinya kesalahan dalam pengelolaan hutan atau proyeksi pesimistis maka hutan akan hilang sebesar 1.240.000 Ha per tahun, jika tutupan hutan Kalteng seluas 8.635.944,854 Ha. maka hutan Kalteng akan hilang antara tahun 2012 - 2016." Kata Koordinator Wilayah WWF-Indonesia Kalteng Rosenda Ch. Kasih, Rabu.

Dia menambahkan, data tutupan lahan yang dikumpulkan dari tahun 1900 tersebut diproyeksikan per 25 tahun, bahkan akhir-akhir ini menjadi per 10 tahun melihat laju kerusakan hutan yang semakin cepat.

Pengelolaan hutan yang salah dapat dilihat dari banyaknya pembukaan lahan tanpa memperhatikan aspek lingkungan, sosial, Budaya dan aspek ekonomi.

Selain pengelolaan hutan yang salah dari sisi kebijakan, hilangnya hutan juga disebabkan oleh kebakaran hutan, pembalakan liar, pertambangan dan pembukaan perkebunan sawit secara besar-besaran.

Carut marutnya pengelolaan hutan juga dikarenakan proses otonomi daerah, adanya otonomi ada beberapa kabupaten-kabupaten mengeksploitasi hutan untuk memenuhi pendapatan asli daerah (PAD).

Untuk menggenjot pendapatan daerah banyak izin-izin perkebunan dan pertambangan berada pada kawasan hutan, hal ini menjadi salah satu penyebab hilangnya hutan. ungkapnya.

Apabila hutan sudah hancur maka akan banyak yang dirugikan khususnya masyarakat yang tergantung pada hasil hutan untuk mata pencaharian, selain itu hutan juga memiliki fungsi penting untuk menahan pelepasan karbon.

Perlu banyak upaya keras dalam melindungi tutupan lahan atau hutan yang masih tersisa dengan regulasi-regulasi atau kebijakan pemerintah dalam mempertahankan hutan.

Selain kebijakan atau regulasi dalam pengelolaan hutan juga diperlukannya perbaikan (rehabilitasi) kembali wilayah hutan yang sudah rusak, penghijauan kembali untuk menyelamatkan emas hijau yang ada di Kalteng. (ANT237/K004)

COPYRIGHT © 2010
Source:ANTARA

Views: 48

Send to friend | Text only

archive...


For more information, contact info@pelangi.or.id. For general purpose, please use pelangi@pelangi.or.id.
Copyright © 2010 Pelangi Indonesia | All information contained on this site may not be used for commercial purposes.
[main page]